Terapi nebulizer dilakukan untuk mengatasi gangguan pernapasan. Apabila Anda memiliki penyakit asma, dokter Anda mungkin akan memberikan resep terapi nebulizer. dokter Anda mungkin meresepkan nebulizer sebagai pengobatan atau terapi pernapasan. Perangkat ini memberikan jenis obat yang sama seperti Metered-Dose Inhalers  (MDI), yang merupakan inhaler berukuran saku yang familiar.Terapi nebulizer ini bekerja dengan merubah cairan menjadi kabut untuk dihirup. Nebulizer mungkin lebih mudah digunakan daripada MDI, terutama untuk anak-anak yang belum cukup umur untuk benar menggunakan inhaler, atau orang dewasa dengan asma berat. Karena ketika terjadi serangan penderita tidak dapat menarik nafas dalam-dalam sehingga penggunaan terapi nebulizer lebih efektif.

Nebulizer mengubah obat cair menjadi kabut untuk membantu mengobati asma Anda. Terdapat  dua versi nebulizer yakni listrik atau baterai. Terdapat  ukuran portabel yang bisa Anda bawa dan ukuran yang lebih besar yang dimaksudkan untuk duduk di atas meja dan dihubungkan ke dinding. Dala menggunakan terapi nebulizer biasanya dokter akan memberikan intruksi, atau intruksi penggunaan tertera pada kemasan. Berikut merupakan cara melakukan perawatan terapi nebulizer, di antaranya:

  • Letakkan kompresor di tempat yang rata di mana bisa mencapai stopkontak dengan aman.
  • Pastikan untuk memeriksa semua alat – alat dalam keadaan bersih.
  • Cuci tangan Anda sebelum menyiapkan obat.
  • Jika obat Anda sudah di campur, masukan kedalam wadah. Jika obat masih perlu dicampur, ukur terlebih dahulu sesuai dengan dosisi yang telah ditetapkan kemudian masukan kedalam wadah.
  • Sambungkan pipa ke kompresor dan wadah cairan.
  • Pasang corong atau masker.
  • Nyalakan mesin dan pastikan nebulizer mengeluarkan kabut.
  • Letakan corong di mulut anda dan tutup di sekitar mulut anda atau agar aman pasang masker di atas hidung dan mulut, agar tidak ada celah.
  • Tarik dan buang nafas secara perlahan – lahan sampai obatnya habis. Biasanya ini akan memakan waktu lima sampai 15 menit.
  • Jaga agar wadah cairan tetap tegak selama perawatan.

Cara merawat nebulizer setelah terapi nebulizer

Jika nebuizer selesai digunakan maka harus dibersihkan dan didesintifikasi setiap perawatan lain. Karena Anda menghirup uap dari mesin nebulizer maka, harus selalu dalam keadaan bersih. Jika tidak dibersihkan maka bakteri dan kuman bisa tumbuh dan berkembang. Ikuti petunjuk dari petugas kesehatan Anda untuk membersihkan dan membersihkan desinfektan, untuk memastikan bahwa Anda tidak menghirup kuman berbahaya. Selain itupPipa harus diganti secara teratur, karena tidak memungkinkan untuk membersihkan dengan benar bagian dalam pipa. Penyedia layanan kesehatan Anda harus menjelaskan seberapa sering mengganti Anda harus mengganti pipa.

Dalam melakukan pembersihan harian langkap pertama adalah dengan melepaskan corong/ masker dan lepaskan wadah obat. Cuci ini dengan air panas dan sabun cair ringan. Keluarkan air ekstra. Sambungkan kembali wadah obat dan corong / masker ke kompresor. Hidupkan perangkat untuk mengeringkan potongan-potongannya. Sedangkan untuk melaukan desinfikasi langkah pertama adalah lepaskan bagian – bagian yang dapat dilepas seperti corong dan wadah obat,   rendam bagian – bagain tersebut dalam larutan yang disediakan oleh dokter Anda atau satu bagian cuka putih dan air panas. Biarkan bagian ini rendam selama satu jam, atau sesuai dengan intruksi. Lepaskan bagian-bagiannya dan biarkan udara mengering atau sambungkan kembali mesin untuk mengeringkannya. Alangkah lebih baiknya jika Anda tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk memastikan bahwa Anda memiliki petunjuk yang benar untuk pembersihan harian dan desinfeksi nebulizer Anda.

 

 

Oleh : Bidan Rina

Sumber:healthline.com

16 Jun 2019 / Bekam Purabaya